Dewasa ini gadget memang menjadi benda yang cukup menyenangkan. Tak jarang orang yang rela menghabiskan waktunya berjam-jam untuk bersamanya. Salah satu yang paling membuat ketagihan adalah terdapat banyaknya game yang seru di dalamnya.

Dengan berbagai keseruan ini, tentu banyak yang menjadi tergila-gila dan ketagihan dengan benda ini. Jika diamati, kecanduan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tentu harus diperhatikan terutama untuk orang tua yang anaknya mulai senang sekali bermain gadget. Mungkin jika kita amati, salah satu faktor kecanduan ini disebabkan karena orang tua yang kurang sadar dan mengabaikan anak-anak yang sibuk dengan dunia layar elektronik.

Selain itu, mungkin salah satu faktor lainnya yaitu karena kurang pahamnya orang tua terhadap bahaya konten yang terpapar dalam layar elektronik. Kegiatan berlama Рlama didepan layar monitor mulai dari membuka situs-situs internet, chatting, hingga bermain game dapat disebut dengan screen time. Nah, screen time inilah yang akan banyak membawa dampak buruk pada tumbuh kembang anak. Mulai dari ketidakpedulian terhadap lingkungan,  potensi obesitas, hingga agresivitas, dan lainya.

Hal tersebut merupakan dampak yang cukup memprihatinkan dan harus segera mendapatkan perhatian dari para orang tua. Bahkan American Academy of Pediatrics pada tahun 2011 lalu merekomendasikan bahwa bayi yang berusai di bawah dua tahun sama sekali tidak diperbolehkan menonton televise, sedangkan untuk anak yang lebih besar hanya boleh screen time maksimal dua jam per hari.

Jadi perlu diperhatikan oleh para orang tua, bahwasannya dampak buruk akibat kecanduan berada di depan monitor ini sudah mengintai anak Anda. Sebab saat ini tak jarang orang tua yang lebih memilih membiarkan anaknya seharian bermain gadget dari pada membiarkan anaknya bermain keluar bersama temannya dengan alasan keamanan. Namun perlu diingat juga, bahwa screen time juga akan membawa dampak yang kurang baik.

Pada dasarnya semua kembali kepada orang tua. Tentang bagaimana memanajemen waktu bermain dan belajar si anak. Apabila orang tua lebih bijak dalam menggunakan teknologi, maka kecanduan gadget pada anak tentu tidak akan terjadi.